Penerapan Internet of Things untuk Pelacakan Kendaraan Bermotor Roda Dua
DOI:
https://doi.org/10.36350/jskom.v2i1.77Keywords:
Internet of Things , GPS., ESP32, ESP32-CAM, Geofencing, Kalman FilterAbstract
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) telah membuka peluang baru dalam peningkatan keamanan kendaraan bermotor, khususnya sepeda
motor yang menjadi moda transportasi utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pelacakan kendaraan roda dua berbasis IoT
dengan integrasi modul ESP32, GPS NEO-6M, ESP32-CAM, buzzer, serta web monitoring real-time. Sistem dilengkapi fitur geofencing untuk
memberikan peringatan otomatis ketika kendaraan keluar dari zona aman dan didukung algoritma Kalman Filter guna meningkatkan akurasi data GPS.
Metode pengembangan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis, perancangan, implementasi, dan
evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan Kalman Filter mampu menurunkan fluktuasi data GPS dengan nilai RMSE sebesar 0,381
meter. Sistem juga berhasil memberikan notifikasi otomatis melalui Telegram dan mengaktifkan alarm saat kendaraan melampaui batas geofence.
Pengujian fungsional dan uji pengguna menunjukkan respons positif terhadap kemudahan penggunaan, keandalan fitur, serta efektivitas sistem dalam
meningkatkan keamanan kendaraan. Dengan demikian, sistem ini dinilai layak dan dapat diterapkan sebagai solusi keamanan kendaraan bermotor
berbasis IoT.
Downloads
References
[1] Kusnanto, Menelusuri Sejarah Alat Transportasi. Alprin, 2020. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=fn3-DwAAQBAJ
[2] M. Trianah, D. W. Saputra, and S. Irnaninsih, “Pengaruh Sejarah Perkembangan Alat Transportasi Darat, Laut, dan Udara di Indonesia serta Dampaknya terhadap Masyarakat,” Semin. Nas. dan Publ. Ilm., pp. 2584–2592, 2024.
[3] K. Polri, “Jumlah Data Kendaraan Per Pulau.” [Online]. Available: http://rc.korlantas.polri.go.id:8900/eri2017/laprekappulau.php
[4] A. P. O. Amane et al., Pemanfaatan Dan Penerapan Internet Of Things (IOT) Di Berbagai Bidang (Studi Kasus & Implemtansi Pemanfaatan serta Penerapan IoT dalam berbagai Bidang). 2023. [Online]. Available: www.sonpedia.com
[5] Utomo Budiyanto, Titin Fatimah, and Pipin Farida Ariyani, “Pengenalan Internet of Things (IoT) sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” KRESNA J. Ris. dan Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 1, pp. 82–86, 2021, doi: 10.36080/jk.v1i1.6.
[6] Y. Shevchenko and U. D. Reips, “Geofencing in location-based behavioral research: Methodology, challenges, and implementation,” Behav. Res. Methods, vol. 56, no. 7, pp. 6411–6439, 2024, doi: 10.3758/s13428-023- 02213-2.
[7] A. H. H. Jabastian, K. Erwansyah, M. S. Wahyuni, and S. N. Arif, “Monitoring Anti Maling Sepeda Motor Menggunakan IOT Berbasis NodeMCU,” J. Sist. Komput. Triguna Dharma (JURSIK TGD), vol. 2, no. 1, pp. 34–42, 2023, doi: 10.53513/jursik.v2i1.7045.
[8] N. A. Setyawan, A. Mustofa, and A. A. Kurdianto, “Rancang Bangun Sistem Keamanan Sepeda Motor Berbasis Internet of Things,” Techno Bahari, vol. 11, no. 1, pp. 1–6, 2024, doi: 10.52234/tb.v11i1.139.
[9] A. R. M. Maldini, “Rancang Bangun Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Roda Dua Berbasis Internet of Things dengan Modul NodeMCU ESP8266 V3 dan ESP32-CAM,” Electrician, vol. 16, no. 2, pp. 215–222, 2022, doi: 10.23960/elc.v16n2.2291.
[10] M. Waruwu, “Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D): Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan,” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 9, no. 2, pp. 1220–1230, 2024, doi: 10.29303/jipp.v9i2.2141.
[11] Felix Govaers, “Introduction_and_Implementations_of_the.”
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









