Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk Menentukan Calon Karyawan Customer Service di Bank
DOI:
https://doi.org/10.36350/jskom.v2i2.101Keywords:
customer service, simple additive weighting, prototype, metode, sumber daya manusiaAbstract
Bank merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan di zaman modern saat ini, banyak nya perusahaan perbankan saat ini merupakan tantangan bagi setiap perusahaan untuk menjadi yang terdepan dan terbaik diantara perusahaan perbankan lainya. Dalam upaya untuk menjadi yang terdeapn dan terbaik salah satu faktor yang menentukan adalah dari sumber daya manusia (SDM) yang ada di perusahaan tersebut, dalam industri perbankan customer service merupakan salah satu sumber daya manusia yang terpenting karena customer service memegang peranan dalam keluhan terhadap layanan yang ada dalam perbankan tersebut. Customer servie hadir sebagai alat untuk membangun hubungan yang baik dengan nasaba, untuk itu pemilihan customer service yang sesuai dengan kebutuhan menjadi tantangan tersendiri bagi industry perbankan, hal ini menjadi kunci agar layanan yang di berikan oleh bank tersebut menjadi semakin baik. Namun terkadang proses pemilihan untuk menjadi customer service di industri perbankan masih kurang tepat dan kurang efektif. Untuk itu dibutuhkan sebuah metode agar pemilihan customer service dapat lebih tepat dan efektif sehingga kualitas layanan dari perbankan dapat terjaga, Salah satu metode yang cocok dalam pemilihan tersebut adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini adalah Metode Simple Additive Weighting (SAW), karena dapat menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak diterima sebagai pegawai baru berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Dalam proses ujicoba prototype aplikasi didapatkan nilai 100% dari proses ujicoba ahli dan di interprestasikan sangat layak, sedangkan untuk ujicoba prototype aplikasi oleh pengguna mendapatkan nilai 93.1% yang berarti prototype aplikasi bisa di kategorikan sangat layak. Kemudian dalam proses ujicoba hasil yang dilakukan di dapat nilai 0.95 yang dapat diartikan prototype dikategorikan pada kelas “sangat tinggi” yang memiliki makna bahwa terjadi perubahan yang signifikan pada rangking pemilihan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode simpe additive weighting (SAW).
Downloads
References
[1] Julio Warmansyah. (2020). Metode Penelitian Dan Pengolahan Data Untuk Pengambilan Keputusan Pada Perusahaan (pp. 82–85). Deepublish.
[2] Sauro, J., & Lewis, J. R. (2012). Quantifying the User Experience Practical Statistic for User Research. Elsevier Inc.
[3] Sprague, R., & Carlson, E. (1982). Building Effective Decision Support Systems. Englewood Cliffs.
[4] Raymond Mcleod, J., & George P. Schell. (2007). Management Informasi Sytem. PERSONE Education.
[5] Yusnaeni, W., & Ningsih, R. (2019). Analisa Perbandingan Metode Topsis, SAW dan WP. 6(1), 9–17.
[6] Harfizar, H., Saptono, A., & Kurniawan, B. (2018). Perancangan Sistem Informasi Penilaian Raport Siswa Berbasis Web pada SMA Perintis 1 Sepatan. Journal Sensi.
[7] D.Nofriansyah. (2015). Konsep Data Mining VS Sistem Pendukung Keputusan (1st ed.). Deepublish.
[8] Marnis & Priyono. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. In Manajemen Sumber Daya Manusia.
[9] Saragih, R (2013). Sistem Pendukung Keputusan
[10] Arikunto, S (2009). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Revisi 6). Rineka Cipta
[11] Sri Mulyani. 2016. Metode Analisa dan Perancangan Sistem. Abdi Sistematika. Bandung.
[12] Tata Sutabri. 2004. Analisa Sistem Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.
[13] Irmayani, W., & Susyatih, E. (2017). Sistem Informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Berorientasi Objek.Khatulistiwa
[14] L. Mathis, Robert & H. Jackson, John. 2011. Human Resource Management (edisi10). Jakarta: Salemba Empat
[15] Erza Farrel Arighy, 2022, Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Dengan Metode SAW (Studi Kasus Bank BTPN KCP Gresik).
[16] Julianto Lemantara, I Ketut Adi Suprianta, Lidya Ananda Arsyanti, Oktavia Deyo Lago, 2023, Peningkatan Efisiensi Waktu Seleksi Karyawan dengan Kombinasi Metode Analytical Hierarchy Process dan Simple Additive Weighting.
[17] Rizal Rachman, 2018, Penerapan Metode Simple Additive Weighting (Saw) Pada Proses Penilaian Kinerja Karyawan
[18] Nia Nuraeni, 2018, Penerapan Metode Simple Additive Weighting (Saw) Dalam Seleksi Calon Karyawan
[19] Shinta Siti Sundari, Yopi Firman Taufik, 2015, Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (Saw)
[20] Merri Parida, 2017, Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penilaian Karyawan Berprestasi Menggunakan Metode Saw
[21] Harr Sumarno, Indra Gunawan, Heru Satria Tambunan, 2019, Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Aparatur Sipil Negara Terbaik Pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Unit Pelaksana Teknis Dinas Dengan Metode Simple Additive Weighting.
[22] Rohmat Taufiq, Angga Aditya Permana, Tedi Cahyanto, Rizki Adha, 2018, Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Menggunakan Simple Additive Weighting Studi Kasus PT Trafoinfo Prima Perkasa.
[23] Ermin, Sunardi, Abdul Fadlil, 2021, Sistem Penentuan Penerimaan Karyawan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting dan Weight Product.
[24] Moh Nafis Ahsan, Umi Chotijah, 2022, Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Karyawan Dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









