Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Rekomendasi Pekerjaan Pada Bimbingan Karir
DOI:
https://doi.org/10.36350/jskom.v1i3.62Kata Kunci:
sistem rekomendasi, forward chaining, pekerjaan, minat, keahlianAbstrak
Bimbingan karir di SMK memegang peranan krusial dalam membantu siswa menemukan jalur karir yang sesuai dengan potensi, minat, dan bakat mereka. Namun, sistem bimbingan karir yang masih mengandalkan metode wawancara tradisional menghadapi berbagai kendala signifikan. Banyak siswa mengalami keterbatasan waktu konsultasi karena jumlah siswa yang harus ditangani jauh melebihi kapasitas yang ada. Hal ini mengakibatkan proses bimbingan menjadi kurang mendalam, sehingga rekomendasi pekerjaan yang diberikan tidak selalu tepat dan efektif. Selain itu, proses pemberian rekomendasi pekerjaan sering kali memakan waktu yang lama, membuat siswa harus menunggu giliran dan terkadang kehilangan momentum dalam mencari informasi yang mereka butuhkan. Kendala lainnya muncul pada aksesibilitas informasi; setelah sesi bimbingan selesai, informasi yang telah disampaikan sulit untuk diakses kembali, sehingga siswa merasa tidak mendapatkan dukungan yang optimal dalam menentukan langkah karir mereka ke depan.. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode forward chainining untuk rekomendasi pekerjaan karir dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pemberian rekomendasi. Berdasarkan uji kelayakan oleh ahli sistem, aplikasi ini dinyatakan “Sangat Layak” dengan tingkat kelayakan 100%. Selanjutnya aplikasi ini juga telah dilakukan uji pengguna dengan menggunakan kuesioner PSSUQ yang dibagi menjadi empat kategori, di antaranya Secara Keseluruhan (Overall) sebesar 87%, Kegunaan Sistem (System Usefullness) sebesar 87,5 Kualitas Informasi (Information Quality) sebesar 89,1%, dan Kualitas Antarmuka (Interface Quality) sebesar 83,1% yang artinya aplikasi ini “Sangat Layak” digunakan. Selain itu, uji hasil menggunakan confusion matrix dari metode menunjukan bahwa sistem ini memiliki tingkat accuracy mencapai 88%, precision 88%, recall 88%, dan F1-score 88%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu meningkatkan efektivitas dan ketepatan yang baik dalam proses pemberian rekomendasi pekerjaan pada siswa. Implementasi sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam proses rekomendasi pekerjaan pada bimbingan karir.
Unduhan
Referensi
[1] Merritt, D. (1989). Building Expert Systems in Prolog (1st ed.). Springer New York, NY. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-1-4613-8911-8
[2] Maxim, B., & Pressman, R. S. (2019). Loose Leaf for Software Engineering: A Practitioner’s Approach.
[3] Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence A Modern Approach (4th Edition). In Pearson Series (Vol. 9, Issue 2). https://doi.org/LCCN/2019047498
[4] Manning, C. D., Raghavan, P., & Schütze, H. (2009). Introduction to Information Retrieval. Cambridge: Cambridge University Press.
[5] Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
[6] Anjani Putri, E., & Eviyanti, A. (2023). Sistem Pakar Rekomendasi Jurusan Menggunakan Metode Forward Chaining. Jurnal Tekinkom, 6(2), 436–445. https://doi.org/10.37600/tekinkom.v6i2.1071
[7] Widiyantama, M. N. . N. S. B. . Z. Z. . & P. B. (2024). Sistem Pakar Dalam Pemilihan Karir Berdasarkan Kepribadian Siswa Sekolah Menengah Atas Dengan Metode Forward Chaining (Studi Kasus: Sma Negeri 10 Kabupaten Tangerang). Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 3(3), 1779–1801. https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/2481
[8] Putri, R. E., Morita, K. M., & Yusman, Y. (2020). Penerapan Metode Forward Chaining Pada Sistem Pakar Untuk Mengetahui Kepribadian Seseorang. Intecoms: Journal of Information Technology and Computer Science, 3(1), 60–66. https://doi.org/10.31539/intecoms.v3i1.1332
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputasi)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









